TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Nama Lengkap : Daniella Meira Ghea Anggarani
Kelas : 2pa07
NPM : 12514525
I. PENDAHULUAN
Dari
pendapat para filsuf sejak sebelum Sokrates, sampai zaman sarjana psikologi
modern saat ini, bahwa manusia merupakan makhluk biologis yang sama dengan
makhluk hidup lainnya adalah makhluk yang mempunyai sifat dan kepribadian yang
khas dan berbeda.
Tiap
makhluk hidup mempunyai bagian tubuh, ada yang sederhana terdiri dari satu atau
dua sel, yang membentuk satu tubuh. Yang lain ada yang lebih dan sangat
canggih, terdiri atas ratusan, jutaan atau miliaran sel, untuk membentuk dua,
tiga, sampai ratusan bagian tubuh. Namun, bagian rubuh merupakan sebuah
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Setiap bagian mempunyai fungsinya sendiri
dan fungsi itu dikoordinasikan agar makhluk yang bersangkutan mampu beradaptasi
dan bertahan dalam lingkungannya. Bagian tubuh kalai dilepaskan dari organisasi
tubuh secara keseluruhan tidak dapat lagi berfungsi. Misalnya, kaki yang
terlepas dari tubuh tidak lagi berfungsi sebagai alau untuk berjalan. Khususnya
pada manusia, “jiwa”, kesadaran dan ketidaksadaran (freud) juga termasuk dalam
satuan hidup tersebut.
II. TEORI
A. KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ALIRAN PSIKOANALISIS
Psikonaliasis disebut sebagai
kekuatan pertama dalam aliran psikologi serta cabang ilmu yang dikembangkan
oleh Sigmund Freud (1856-1938). Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan,
merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang. Sumbangan terbesar
Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar
dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang
belum atau tidak mereka sadari.
Unconsciousness adalah yang paling
dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan
gunung es). Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis
yang besar dan instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara
conscious dan unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja.
Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang
memiliki kontak langsung dengan realitas.
Struktur kepribadian Freud dan
menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.
- Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.
- Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia.
- Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral.
Apabila terjadi pelanggaran
nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah. Ego selalu
menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego. Apabila tuntutan ini
tidak berhasil diatasi dengan baik, maka ego terancam dan muncullah kecemasan
(anxiety). Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman, ego melakukan reaksi
defensif /pertahanan diri. Hal ini dikenal sebagai defense mecahnism yang
jenisnya bisa bermacam-macam, seperti : identifikasi, proyeksi, fiksasi, agesi
regresi, represi.
Kepribadian
yang sehat menurut psikoanalisis:
- Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
- Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
- Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
- Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
- Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.
B. KEPRIBADIAN
SEHAT MENURUT ALIRAN BEHAVIORISME
Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh
John B. Watson (1879-1958)
Aliran
behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
- Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
- Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan
- Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan
adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa
respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar
masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini
memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu
pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang
berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia dianggap tidak memiliki sikap diri
sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan
respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia
sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya
dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
- Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
- Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalama
- Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
- Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif
C. KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ALIRAN
HUMANISTIK
Abraham Maslow (1908-1970) dipandang
sebagai bapak dari psikologi Humanistik. Menurut aliran humanistik kepribadian
yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam
dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk
pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai
yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Kepribadian yang sehat menurut
humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
- Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
- Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
- Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
- Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
- Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
- Memikul tanggung jawab.
- Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan
D. TEORI KEPRIBADIAN MATANG-MODEL
ALLPORT
Secara umum teori Allport memberi
definisi yang positif terhadap manusia.“Kepribadian manusia menurut Allport
adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut
menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya”. Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis
adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa
seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan
teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
- Perluasan Perasaan Diri
- Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
- Keamanan Emosional
- Persepsi Realistis
- Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas
- Pemahaman Diri
- Filsafat Hidup yang Mempersatukan
E.
PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN CARL R.ROGERS
Carl Rogers adalah seorang psikolog yang
terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client
centered). Carl Ransom Rogers lahir di Oak Park, Illinois, pada 8 Januari
1902. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologi humanis, aliran
fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide-ide dan konsep
teorinya banyak didapatkan dalam pengalamanpengalaman terapeutiknya. Ide pokok
dari teori – teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri
sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah–masalah
psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah
perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Menurut Rogers motivasi orang
yang sehat adalah aktualisasi diri.
Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana “aku“ merupakan pusat referensi setiap pengalaman. Konsep diri merupakan bagian inti dari pengalaman individu yang secara perlahan dibedakan dan disimbolisasikan sebagai bayangan tentang diri yang mengatakan “apa dan siapa aku sebenarnya“ dan “apa yang sebenarnya harus saya perbuat“. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi yaitu:
- Incongruence Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.
- Congruence berarti situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Rogers
mengemukakan lima sifat khas dari seseorang yang berfungsi penuh:
1.
Keterbukaan pada pengalaman
Bahwa
seseorang tidak bersifat kaku dan defensif melainkan bersifat fleksibel, tidak
hanya menerima pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tapi juga dapat
menggunakannya dalam membuka kesempatan lahirnya persepsi dan ungkapan ungkapan
baru.
2. Kehidupan eksistensial
Orang
yang tidak mudah berprasangka ataupun memanipulasi pengalaman melainkan
menyesuaikan diri karena kepribadiannya terus-menerus terbuka kepada pengalaman
baru.
3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Bertingkah
laku menurut apa yang dirasa benar, merupakan pedoman yang sangat diandalkan
dalam memutuskan suatu tindakan yang lebih dapat diandalkan daripada
faktor-faktor rasional atau intelektual.
4. Perasaan bebas
Semakin
seseorang sehat secara psikologis, semakin mengalami kebebasan untuk memilih
dan bertindak.
5. Kreativitas
Seorang
yang kreatif bertindak dengan bebas dan menciptakan hidup, ide dan rencana yang
konstruktif, serta dapat mewujudkan kebutuhan dan potensinya secara kreatif dan
dengan cara yang memuaskan.
1) Kebutuhan Dasar 1 : Kebutuhan Fisiologis
Umumnya
kebutuhan fisiologis bersifat neostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur
fisik) seperti makan, minum, gula, garam, protein, serta kebutuhan istirahat
dan seks.Kebutuhan fisiologis ini sangat kuat, dalam keadaan absolut (kelaparan
dan kehausan) semua kebutuhan lain ditinggalkan danorang mencurahkan semua
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan ini.
(2) Kebutuhan Dasar 2 : Kebutuhan Keamanan (Safety)
Sesudah
kebutuhan keamanan terpuaskan secukupnya, muncul kebutuhan keamanan,
stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, batas, kebebasan dari rasa
takut dan cemas. Kebutuhan fisiologis dan keamanan pada dasarnya adalah
kebutuhan mempertahankan kehidupan. Kebutuhan fisiologis adalah pertahanan
hidup jangka pendek, sedang keamanan adalah pertahanan hidup jangka panjang.
(3) Kebutuhan Dasar 3 : Kebutuhan Dimiliki dan
Cinta (Belonging and Love)
Sesudah
kebutuhan fisiologis dari keamanan relatif terpuaskan, kebutuhan dimiliki atau
menjadi bagian dari kelompok sosial dan cinta menjadi tujuan yang dominan.
Orang sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan
kehilangan sahabat atau kehilangan cinta. Kebutuhan dimiliki ini terus penting
sepanjang hidup.
Ada
dua jenis cinta (dewasa) yakni Deficiency atau D-Love dan Being atau
B-love. Kebutuhan cinta karena kekurangan, itulah DLove; orang yang mencintai
sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti harga diri, seks, atau seseorang yang
membuat dirinya menjadi tidak sendirian. Misalnya : hubungan pacaran, hidup
bersama atau perkawinan yang membuat orang terpuaskan kenyamanan dan
keamanannya. D-love adalah cinta yang mementingkan diri sendiri, yang
memperoleh daripada memberi. B-Love didasarkan pada penilaian mengenai orang
lain apa adanya, tanpa keinginan mengubah atau memanfaatkan orang itu. Cinta
yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi, dan terutama bertujuan memberi
orang lain gambaran positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai, yang
membuka kesempatan orang itu untuk berkembang.
(4) Kebutuhan Dasar 4 : Kebutuhan Harga Diri (Self
Esteem)
Ketika
kebutuhan dimiliki dan mencintai sudah relatif terpuaskan, kekuatan motivasinya
melemah, diganti motivasi harga diri. Ada dua jenis harga diri : - Menghargai diri sendiri (self respect) : kebutuhan kekuatan, penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan.
- Mendapat penghargaan dari orang lain (respect from other) : kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status,ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal dengan baik dan dinilai dengan baik oleh orang lain.
(5) Kebutuhan Dasar 5 : Kebutuhan Aktualisasi
Diri
Akhirnya
sesudah semua kebutuhan dasar terpenuhi, muncullah kebutuhan meta atau
kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan menjadi sesuatu yang orang itu mampu
mewujudkannya secara maksimal seluruh bakat –kemampuann potensinya. Aktualisasi
diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (Self
fullfilment), untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja
yang dia dapat melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai
puncak prestasi potensinya.Manusia yang dapat mencapai tingkat aktualisasi diri
ini menjadi manusia yang utuh, memperoleh kepuasan dari kebutuhan kebutuhan
yang orang lain bahkan tidak menyadari ada kebutuhan semacam itu.
G. TEORI
KEPRIBADIAN-ERICH FROMM
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal
23 Maret 1900. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss
pada tanggal 18 Maret 1980.
Berikut ini kita akan mengulas lebih dalam
mengenai teori-teori Fromm. Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari
dikotomi kebebasan dan keamanan:
1. Need For Relatedness
Manusia
yang menyadari hilangnya ikatan utama dengan alam dan ikatan satu sama lain
menjadikan manusia menemukan keserasian baru yang lebih manusiawi sebagai ganti
pramanusiawi yang sudah hilang dan tidak bisa diperoleh kembali. Sebagai
akibatnya, manusia harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang lain dan
menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan
ikatan-ikatan yang hilang dengan alam. Menurut Fromm, pemuasan kebutuhan untuk
berhubungan dengan orang lain sangat penting untuk kesehatan psikologis.
2. Need for Identity
Manusia
sebagai individu yang unik membutuhkan perasaan identitas. Masing –masing
individu memiliki tingkat kesadaran diri dan pengetahuan tentang kemampuannya.
Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan identitas yaitu dengan
individualitas, suatu proses di mana seseorang mencapai perasaan tertentu
tentang identitas diri. Orang yang perasaan individualitasnya berkembang dengan
baik akan dapat mengontrol kehidupannya sendiri.
3. Need for Trancendence
Menjadi
pencipta (transcendency): Karena individu menyadari dirinya sendiri dari
lingkungannya, mereka kemudian mengenali betapa kuat dan menakutkan alam
semesta itu, yang membuatnya meras tak berdaya. Orang ingin mengatasi perasaan
takut dan ketidakpastian menghadapi kemarahan dan ketakmenentuan semesta. Orang
membutuhkan peningkatan diri, berjuang untuk mengatasi sifat fasif dikuasai
alam menjadi aktif, bertujuan dan bebas, berubah dari makhluk ciptaan menjadi
pencipta. Seperti menjadi keterhubungan, transendensi bisa positif (menciptakan
sesuatu) atau negatif (menghancurkan sesuatu).
4. Need for Rootedness
Menurut
Fromm, cara yang yang positif adalah dengan membangun perasaaan persaudaraan
dengan sesama umat manusia, yaitu dalam masyarakat.
5. Frame
of Orientation and Devotion
Pencarian
perasaan diri yang unik adalah suatu pencarian atau konteks di mana seseorang
menginterpretasikan semua gejala dunia. Dasar ideal krangka orientasi adalah
pikiran, yaitu sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan gambaran
realistis dan objektif tentang dunia.
Struktur
Kepribadian Menurut Erich Fromm
Fromm menyebut kepribadian yang sehat adalah
yang berorientasi produktif dan yang tidak sehat adalah yang berorientasi non
produktif.
1. Orientasi Produktif
Tipe
karakter yang mengutamakan kehidupan.Dalam pandangan Fromm, orang tipe ini
mencintai kehidupan dan ingin membentuk atau mempengaruhi orang lain dengan
cinta,dengan akal dan contoh.
Aspek-aspek
kepribadian yang sehat dengan orientasi produktif menurut fromm:
a) Cinta yang produktif :
suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana patner-patner dapat mempertahankan individualitas mereka. Mencintai
berarti bersungguh-sungguh memperhatikan
kesejahteraan mereka, serta membantu pertumbuhan
dan perkembangan mereka. Cinta yang produktif merupakan suatu kegiatan bukan suatu nafsu, tidak
terbatas pada cinta erotis, tetapi mungkin cinta persaudaraan atau cinta keibuan.
b) Pikiran yang produktif :
meliputi kecerdasan, pertimbangan dan objektifitas. Pikiran yang produktif berfokus pada seluruh gejala dengan
mempelajarinya, bukan pada
kepingan-kepingan dan potongan-potongan gejala yang terpisah. Menurut fromm semua penemuan dan wawasan yang
hebat melibatkan pikiran objektif
dimana para pemikir didorong oleh ketelitian, respek dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh
permasalahan yang ada.
c) Kebahagiaan : suatu bagian integral
dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi
produktif.kebahagiaan bukan semata-mata suatu perasaan atau keadaan yang menyenangkan, melainkan juga suatu
kondisi yang meningkatkat seluruh organism
menghasilkan perubahan gaya hidup, kesehatan fisik, dan pemenuhan potensi seseorang.
d) Suara Hati : sendi yang penting dalam
menggerakkan manusia menurut orientasi produktif.
Fromm membedakan suara hati dalam dua tipe, yaitu suara hati otoriter dan suara hati humanistis.
2. Orientasi non-Produktif
Fromm
meembagi orientasi non produktif ke dalam lima tipe karakter manusia, yaitu:
a) Tipe Karakter Menerima(Receptive Character
Type) dalam pandangan fromm, tipe
karakter menerima adalah orang yang percaya sumber segala kepuasan terletak diluar diri mereka
sendiri.Kebayakan karakter demikian periang dan bersahabat.
b) Tipe Karakter Eksploitatif (Exploitative
Character type) Fromm percaya bahwa individu dengan tipe eksploitatif melakukan relasi yang tidak
produktif terhadap sesama. Akibatnya,
mereka mengeksploitasi orang lain untuk mencapai tujuannya.
c) Tipe karakter Penimbun (Hoarding Character
Type) tipe karakter ini memiliki kepercayaan kecil akan kebaikan di dunia luar.
d) Tipe Karakter Nekrophilia (Necrophilious
Character Type) mereka adalah tipe orang yang tertarik dan berpenampilan pada segala bentuk kematian.
Mereka senang berbicara soal
penyiksaan, kematian dan penguburan. Lebih jauh mereka sangat terikat dengan kekuatan dan kekuasaan.
e) Tipe Karakter Pasar (Marketing Character Type)
Fromm mengatakan bahwa orientasi
ini hanya berkembang pada masyarakat industri.
III. ANALISIS
Contoh kasus Ali
Seorang
karyawan Ali yang baru mulai bekerja. Pada wawlnya, ketika diwawancara oleh
bagian rekrutmen, Ali mengatakan bahwa dia ingin bekerja untuk memenuhi
kebutuhan sehari-harinya dan membantu orang tuanya yang sudah pensiun (biological need), sehingga dia mau
bekerja di bagian mana pun. Tetapi, setelah beberapa lama bekarja, dia meminta
agar dijadikan pegawai tetap dengan hak asuransi dan pensiun (safety need). Sesudah itu, dia ingin
dianggap bagian dari komunitas di perusahaan itu (socialization). Selanjutnya dia ingin dihargai oleh teman-temannya
dan atasannya (self esteem) dan
akhirnya dia ingin mengejar ambisinya sendiri (self actualization) sehingga minta diberi jabatan yang sesuai
dengan keahliannya dan sebagainya.
IV. DAFTAR
PUSTAKA
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta :
Universitas Gunadarma.
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori Kepribadian
(Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.
Sarwono, Sarlito W. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Siswanto. 2007. Kesehatan
Mental; Konsep, Cakupan, dan Perkembangannya. Yogyakarta: Andi Sunaryo.
2002.


Komentar
Posting Komentar